Selasa, 14 Oktober 2014 - WIB - Dibaca : 728 Kali
[dropcap style="white-dropcap blue" rounded="nonestyle"]B[/dropcap]upati Bengkalis, Herliyan Saleh menghadiri acara Refleksi dan Apresiasi Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup 2009-2014 di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin malam (13/10). Malam itu terasa istimewa karena dihadiri oleh Ibu Negara, Ani Yudoyono dan isteri Wakil Presiden RI, Herawati Budiono.
[caption id="attachment_1834" align="aligncenter" width="1024"]
Bupati Bengkalis H. Herliyan Saleh usai menghadiri acara Refleksi dan Apresiasi Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup 2009-2014 di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin malam (13/10/2014)[/caption]
Acara diikuti oleh sejumlah kepala daerah dan kelompok masyarakat dan cooperat diawali dengan pemaparan keberhasilan dan program-program lingkungan hidup oleh Menteri Lingkungan Hidup, Prof Balthasar Kambuaya. Malam itu, juga diserahkan penghargaan bagi pihak-pihak yang selama ini dianggap pedulli dalam pengelolaan lingkungan hidup, seperti penghargaan yang diterima oleh Ibu Negara, Ani Yudoyono sebagai tokoh nasional peduli lingkungan hidup berupa penghargaan Asasta Buana.
Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh, mengatakan kegiatan acara refleksi dan apresiasi perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup 2009-2014 dinilai sangat tepat untuk memotivasi kepala daerah, individu, kelompok masyarakat, cooperat untuk terus meningkatkan upaya-upaya pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup. Memang pengelolaan lingkungan hidup yang baik merupakan sebuah kewajiban dan tanggungjawab bersama. Diantaranya, upaya untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan sehat, meningkatkan kesadaran masyarakat dan stakeholder dalam menjaga lingkungan hidup.
"Sejauh ini kita terus gencar melakukan program-program kepedulian lingkungan hidup di semua tataran masyarakat, seperti program Bank Sampah di sejumlah sekolah, memperindah taman-taman kota dan menciptakan lingkungan yang bersih. Alhamdulillah, berkat kerja keras selama ini akhirnya membuahkan hasil, sebuah penghargaan Adipura," ungkap Herliyan yang dikutip dari rilis Humas Setda Bengkalis.
Lebih lanjut Herliyan mengungkapkan, setiap tahun Kabupaten Bengkalis konsisten melaksanakan program menanam pohon, baik itu pohon pelindungan maupun pohon mangrove pencegah abrasi. Kegiatan ini sebagai salah satu upaya membudayakan masyarakat untuk melestarikan lingkungan hdiup agar terus hijau dan asri. Untuk program penanaman pohon mangrove dilaksanakan di kawasan pesisir pantai yang mengalami abrasi sangat parah yang melibatkan masyarakat setempat.
"Khusus program penanaman mangrove, sejauh ini responn masyarakat sangat tinggi. Masyarakat setempat sangat berterima kasih dengan program ini. Insya Allah dalam jangka panjang, masalah abrasi pantai sedikit demi sedikit dapat teratasi," ujar Datuk Setia Amanah Junjungan Negeri.
Kemudian dalam hal upaya mempertahankan Piala Adipura, Herliyan mengajak seluruh masyarakat dan stakeholder untuk bersama-sama meningkatkan budaya bersih. Karena masalah kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tugas Dinas Pasar dan Kebersihan, tapi harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan masyarakat.

Berita Lainnya
Pangdam I BB Instruksikan Prajurit di Lapangan Cepat Atasi Karlahut
Bupati Kunjungi Korban Rumah Terbakar, Amril Prihatin dan Berharap Korban Tetap Sabar
Amril : Layani Masyarakat Dengan Pola 3S
Bupati Amril Dapat Surprise dari Karyawan Chevron
Tulis Komentar