Selasa, 04 November 2014 - WIB - Dibaca : 759 Kali
Peran remaja masjid sangat penting untuk meningkatkan pemahaman sebagai filter demi menghadapi berbagai tantang di era globalisasi informasi dan budaya.
[caption id="attachment_1966" align="aligncenter" width="1000"]
Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis H. Burhanuddin mengalungkan tanda peserta saat membuka Pelatihan Pembinaan Remaja Masjid, Selasa (4/11)[/caption]
“Remaja masjid menjadi perisai pertahanan tertahap semua gangguan yang merongrong akidah islamiah, sehingga nantinya kita akan hidup damai. Melalui organisasi remaja masjid mampu membentuk karakter generasi muda Islam,” demikian diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis, Burhanudin saat membuka Pelatihan Pembinaan Remaja Masjid, Selasa (4/11).
Pelatihan itu menghadirkan narasumber Prof Syamsul Nizar dan Amrizal dengan peserta para pengurus remaja masjid yang ada di Kota Bengkalis dan sekitarnya.
Diungkapkan Sekda, perkembangan era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi mempengaruhi gaya hidup dan pola pikir remaja. Terlebih remaja masih labil dan rentan terpengaruh dengan hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai akidah. Kondisi ini tentunya, mengakibatkan pendangkalan nilai-nilai akidah di kalangan remaja islam.
“Kita punya tanggungjawab untuk membentengi generasi muda islam agar tidak terdedah dengan pengaruh negatif. Untuk mewujudkan generasi muda islam yang memiliki iman dan ketaqwaan, dibutuhkan lingkungan yang Islami, agar mampu mempengaruhi perkembangan dan menuntun remaja pada kepribadian yang benar,” ungkap Burhanudin.
Lebih lanjut Sekda mengajak remaja masjid ini untuk intensifkan kegiataan religi di lingkungan remaja, seperti shalat berjamaah lima waktu di masjid, menghidupkan program magrib menggaji di kalangan anak muda maupun kegiatan kajian agama islam di kalangan remaja. Disamping aktif di bidang keagamaan, remaja masjid juga harus aktif dalam kegiatan lain seperti olahraga maupun aktivitas untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (sdm). Hal ini penting agar generasi muda islam siap bersaing dalam menghadapi persaingan global.
Terlebih pada tahun 2015 ini, diterapkan kebijakan perdagangan bebas negara-negara Asean yang dikenal dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Agar menjadi generasi muda Islam yang siap bersaing di segala bidang, pengurus remaja masjid dituntut untuk menggali ilmu.
“Perlu saya tekankan, hal yang perlu menjadi perhatian bersama, dalam membangunan generasi muda islam yang berkualitas, para pengurus remaja masjid harus memiliki kepekaan dan kepedulian yang kuat dalam memaknai ajaran agama,” ujarnya.

Berita Lainnya
Pangdam I BB Instruksikan Prajurit di Lapangan Cepat Atasi Karlahut
Bupati Kunjungi Korban Rumah Terbakar, Amril Prihatin dan Berharap Korban Tetap Sabar
Amril : Layani Masyarakat Dengan Pola 3S
Bupati Amril Dapat Surprise dari Karyawan Chevron
Tulis Komentar