Rabu, 29 Januari 2014 - WIB - Dibaca : 825 Kali
Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bengkalis lebih memfokuskan pada program pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup untuk menahan laju abrasi. Salah satunya adalah dengan melakukan penanaman dan rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir pantai.
[caption id="attachment_316" align="alignleft" width="300"]
Bupati tinjau abrasi pantai desa Muntai kecamatan Bantan[/caption]
Hal itu diungkapkan Kepala BLH Kabupaten Bengkalis H Arman AA melaui Kasubid Pengembangan Lingkungan, Norman kepada wartawan, Selasa (28/1). “Dalam beberapa tahun terakhir, program pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup ini terus kita lakukan. Alhamdulillah, sudah banyak masyarakat di desa-desa yang sangat mendukung program ini,” ujarnya.
Dikatakan, dalam program penyadaran pengelolaan lingkungan hidup, pihaknya mendorong pembentukan kelompok masyarakat yang peduli dengan lingkungan hidup (KMPL). Pembentukan KMPL tersebut memiliki arti penting dalam mensinergikan semua program-program yang berhubungan dengan lingkungan hidup.
“Seperti di Kecamatan Bantan, kita berikan apresiasi karena sudah ada kelompok-kelompok masyarakat peduli lingkungan. Hal ini tentunya akan memudahkan kita dalam menyusun kegiatan-kegiatan yang berhubungan langsung dengan pengelolaan lingkungan hidup,” ujar Norman seraya menambahkan kalau KMPL sudah tersebar di desa lain seperti Jangkang, Sungai Alam, Api-Api dan beberapa desa lainnya.
Melalui KMPL tersebut, sambung Norman, BLH melaksanakan program penanaman dan rehabilitasi mangrove di desa mereka masing-masing. BLH akan melakukan pendampingan kepada KMPL mulai dari penanaman hingga pemeliharaan guna memastikan program yang dilaksanakan tersebut benar-benar berhasil.
“Kita alokasikan dana untuk pembinaan tersebut yang jumlahnya memang tidak seberapa, karena tujuan utama kita adalah bagaimana mereka itu bekerja bukan karena uang, tapi karena adanya kesadaran untuk mencegah laju abrasi di desanya masing-masing,” kata Norman.
Masih menurut Norman, tidak hanya itu, pihaknya juga melibatkan konsultan pendamping dari LSM Bahtera Melayu yang pernah meraih penghargaan kalpataru. Dengan melibatkan LSM Bahtera Melayu maka masyarakat tidak hanya diberi bekal ilmu bagaimana cara melakukan penanaman mangrove hingga berhasil. Namun juga, pembekalan-pembekalan lain tentang pengelolaan lingkungan hidup.
Tahun ini sambung Norman, program penanaman mangrove di pusatkan di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Bantan, Kecamatan Bengkalis, dan Kecamatan Bukit Batu dengan melibatkan KMPL yang sudah ada. Setiap KMPL akan melakukan penanaman magrove jenis api-api (Avicennia) di kawasan panntai yang telah ditunjuk.
“Target kita paling sedikit setiap kelompok bisa menanam sekitar 5000 bibit api-api di kawasan pantai yang terkena dampak abrasi,” katanya seraya menambahkan di setiap desa rata-rata terdapat dua KMPL sehingga target penanaman paling sedikit sebanyak 10000 bibit api-api per desa.

Berita Lainnya
Pangdam I BB Instruksikan Prajurit di Lapangan Cepat Atasi Karlahut
Bupati Kunjungi Korban Rumah Terbakar, Amril Prihatin dan Berharap Korban Tetap Sabar
Amril : Layani Masyarakat Dengan Pola 3S
Bupati Amril Dapat Surprise dari Karyawan Chevron
Tulis Komentar