Kamis, 13 Februari 2014 - WIB - Dibaca : 670 Kali

Karhutla Terus Meluas Aktifitas Pelayaran Mulai Terganggu

Akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meluas mulai berdampak kepada aktifitas pelayaran khususnya di Selat Bengkalis-Selat Rupat-Selat Panjang-Sungai Siak hingga perairan Selat Melaka. Jarak pandang di perairan mulai mendekati tidak normal sehingga kapal yang berlayar harus hati-hati.

[caption id="attachment_409" align="alignleft" width="300"]Kabut asap menyelimuti Selat Rupat-Dumai akibat kebaran yang terjadi di sejumlah wilayah di Riau, Tampak kapal tengker diselimuti kabut asap ketika tengah melintas di Selat Rupat, Dumai Kabut asap menyelimuti Selat Rupat-Dumai akibat kebaran yang terjadi di sejumlah wilayah di Riau, Tampak kapal tengker diselimuti kabut asap ketika tengah melintas di Selat Rupat, Dumai[/caption]

Pantauan Kamis (13/2) jarak pandang normal sudah dibawah 1000 meter di perairan sekitar kabupaten Bengkalis menuju kota Dumai, Kabupaten Kepulauan Meranti dan kabupaten Siak. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Bengkalis mengimbau kepada seluruh nahkoda maupun ABK kapal untuk berhati-hati khususnya kapal penumpang dan barang.

"Jarak pandang di perairan mulai terbatas yang mana otomatis akan menganggu pelayaran. Oleh karena itu kita minta supaya nahkoda atau kapten kapal mengurangi kecepatan karena kabut asap semakin menebal dan harus berhati-hati,"imbau Jaafar Arif, Kadishubkominfo Bengkalis kemarin.

Diakui Jaafar, dampak dari kabut asap tebal terutama pada pagi menjelang siang cukup membahayakan. Apalagi Selat Bengkalis, Selat Rupat sampai pelayaran Selat Melaka adalah jakur pelayaran yang sangat sibuk dan ramai dilewati kapal, mulai dari kapal besar hingga kapal kecil. Karena di jalur tersebut melintas kapal penumpang ukuran besar dan kecil, kapal barang, kapal tanker, kapal pengangkut pasir sampai kapal tangkap ikan nelayan tradisional.

Selain kepada kapal ukuran besar dan menengah, kita berharap nelayan-nelayan tradisional yang menangkap ilan di Selat Bengkalis, Selat Rupat dan Selat Melaka hati-hati. Jangan menangkap ikan terlalu ke tengah karena khwatir tidak terlihat saat kapal besar melintas,"ujar Jaafar.

Terpisah kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadam kebakaran (BPBD-Damkar) kabupaten Bengkalis Mohammad Djalal mengungkapkan bahwa karhutla yang terjadi di kabupaten Bengkalis terus meluas disejumlah tempat. Sampai dengan Kamis kemarin diperkirakan jumlah titik api diseluruh Bengkalis sudah melebihi 60 titik api dengan luas lahan yang terbakar mencapai 2 ribu hektar. Akibatnya upaya pemadaman menjadi sulit dilakukan meski semua daya upaya sudah dikerahkan.

"Pada hari ini sejumlah titik api baru terus bermunculan dimana-mana tempat akibat pembukaan lahan secara serampangan oleh masyarakat. Karhutla saat ini terus terjadi dan meluas di kecamatan Bantan, Bengkalis, Bukitbatu dan Siak kecil dimana api terus merembet di dalam lahan gambut tebal,"jelas Djalal.

Dijabarkan, untuk kecamatan Bantan titik api baru terdapat di desa Selatbaru dekat kantor camat menuju stadion. Kemudian di desa Kembung Luar api masih terus menjilati kebun karet milik masyarakat yang sulit dipadamkan walau.telah diterjunkan personil dari Satpol PP Bengkalis. Karhutla di kecamatan Bengkalis masih terjadi desa Kelemantan, api terus membakar kebun-kebun warga yang diperkirakan sudan mencapai 300-an hektar.

Di kecamatan Bukitbatu karhutla mulai terjadi di daerah langganan karhutla yaitu desa Tanjung Leban dan Bukit Kerikil, serta desa Temiang dan Api-api yang selama ini jarang terjadi karhutla. Bahkan di kawasan hutan lindung cagar biosfer Bukitbatu-Siak Kecil sudah dua titik api yang ditemukan. Sementara di kecamatan Siak kecil karhutla juga melanda desa Sumber Jaya.

"Karhutla yang terjadi sudah memprihatinkan, karena lokasinya tersebar di banyak tempat dengan jarak berjauhan. Namun upaya pemadaman masih terus dilakukan meski di desa Kelemantan Kecamatan Bengkalis di lokasi kebakaran tak ada sumber air, tengah diupayakan menggali parit supaya api tidak terus meluas. Demikian juga di cagar biosfer, lokasi yang terbakar sulit dijangkau,"tambah Djalal.


Berita Lainnya

Tulis Komentar