Selasa, 04 Maret 2014 - WIB - Dibaca : 733 Kali

Akibat Asap Tebal Siswa Paud, TK Dan SD Diliburkan

Dinas Pendidikan Bengkalis mulai hari ini mengambil kebijakan untuk meliburkan siswa PAID TK dan SD, sehubungan kabut asap yang menutupi wilayah kabupaten Bengkais semakin tebal. Belum diputuskan sampai kapan libur untuk siswa PAUD,TK dan SD ini dilakukan. Semua tergantung situasi kabut asap.

[caption id="attachment_418" align="aligncenter" width="448"]Kebakaran hutan dan lahan di pulau Bengkalis Kebakaran hutan dan lahan di pulau Bengkalis[/caption]

Sekretaris Dinas Pendidikan Bengkalis Hj Erna Susilowati Senin (4/3) mengungkapkan, keputusan meliburkan siswa Paud, TK dan SD ini diambil setelah Dinas Pendidikan menerima surat himbauan dari Dinas Kesehatan Bengkalis agar meliburkan siswa karena kondisi asap di wilayah kabupaten Bengkalis kecuali Rupat sudah menunjukan kondisi sangat tidak sehat dan berbahaya bagi kesehatan manusia.

"Sebelum ini kita belum berani mengambil kebijakan untuk meliburkan siswa karena untuk harus ada dasarnya untuk mengambil keputusan tersebut. Nah setelah ada surat resmi dari Dinas Kesehatan terkait kondisi asap yang sudah membahayakan kesehatan, kita baru bisa mengambil kebijakan untuk meliburkan siswa. Namun hanya untuk siswa PAUD, TK dan SD. Sementara siswa SMP dan SLTA tetap sekolah namun harus menggunaman masker," terang Erna.

Kebijakan meliburkan siswa ini tambah Erna lagj sudah disampaikan ke seluruh UPTD Disdik untuk ditindaklanjuti. Dan kapan libur ini akan berakhir, tergantung kondisi cuaca.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis Moh. Sukri saat dihubungi membenarkan jika pihaknya sudah mengirimkan surat kepada Dinas Pendidikan dan Kemenag Bengkalis untuk meliburkan siswa. SD/ MI, TK dan PAUD, karena pada usia tersebut sangat rentan sekali terjadinya gangguan kesehatan akibat polutan debu/asap, terutama pada pagi hari saat anak-anak berangkat ke sekolah.

"Kita sudah sampaikan kepada Dinas Pendidikan terkait kondisi udata yang kini sudah berada di tingkatan sangag tidak sehat dan berbahaya. Karena itu meliburkan siswa terutama terhadap siswa yang rentan terjadinya gangguan kesehatan akibat debu/asap seperti siswa PAUD, TK dan SD,"terang Sukri.

Sementara untuk siswa SLTP/Madrasah, SLTA/Aliyah diminta untuk menggunakan masker saat berangkat ke sekolah dan tidaj melakukan aktifitas fisik atau berolahraga di luar kelas.

ISPA Capai 2.484

Sementara itu terang Sukri, jumlah penderita penyakit yang ditimbulkan akkbag kabut asap seperti ISPA semakin meningkat. Hingga kemarin (4/3) tercatat sudah sebanyak 2.484 warga yang menderita ISPA. Dan terbanyak penderita terdapat di kecamatan Pinggir yakni sebanyak 931 orang karena memang di di daerah itu berdasarkan hasil pemantau udara, kondisi udara sudah berada di level sangat berbahaya.

Selain ISPA, penyakit iritasi kulit juga banyak menyerang warga karena asap yang mencapai angka 107 orang. Disusul iritasi mata sebanyak 91 orang. Kemudian asma sebanyak 54 orang.


Berita Lainnya

Tulis Komentar