Selasa, 04 Maret 2014 - WIB - Dibaca : 790 Kali
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kabupaten Bengkalis, tepatnya di dusun Bukit Lengkung, Bukit Sembilan desa Tanjung Leban kecamatan Bukitbatu Kabupaten Bengkalis hingga saat ini masih belum tertangani, karena kebakaran yang terus meluas serta kabut asap tebal. Akibatnya, warga di dusun Bukit Lengkung terpaksa diungsikan, dimana sampai Senin (3/3) tercatat 221 jiwa sudah ditampung di tenda pengungsi.
[caption id="attachment_455" align="aligncenter" width="448"]
Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh didampingi sejumlah pejabat mengunjungi posko pengungsi akibat kebakaran lahan di dusun Bukit Lengkung desa Tanjung Leban Kec. Bukitbatu[/caption]
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Kabupaten Bengkalis Muhammad Jalal, ketika dikonfirmasi kemarin mengatakan jumlag pengungsi di dusun Bukit Lengkung bertambah sebanyak 96 jiwa. Sebelumnya, sampai minggu lalu tercatat sebanyak 125 pengungsi yang berasal dari 37 kepala keluarga (KK). Pada Minggu (2/3), 25 KK yang masih bertahan akhirnya terpaksa mengungsi ke tempat penampungan di desa Tanjung Leban.
“Jumlah pengungsi saat ini sudah mencapai 221 jiwa, terdiri dari 146 orang dewasa, 36 anak balita dan 39 anak-anak usia sekolah. Total warga yang sudah diungsikan ke tempat penampungan sementara di perbatasan Bengkalis-Dumai yaitu di desa Tanjung Leban sebanyak 62 KK. Pemkab bengkalis terus menyalurkan bantuan makanan dan obat-obatan sejauh ini,”terang Jalal.
Akibat karhutla yang terjadi terus menerus sambung Jalal, luas lahan yang terbakar di Tanjung leban saja sudah melebihi 2000 hektar, belum lagi di kecamatan Siak Kecil, Rupat, Bengkalis, Bantan dan Mandau. Solusi pemadaman karhutla adalah melakukan bom air dari udara, namun sampai sekarang masih terkendala kabut asap tebal yang membuat helikopter sulit terbang melakukan penyiraman.
Disampaikan mantan Kabag Ortal Setdakab ini, sejak beberapa hari lalu, kabut asap tebal menyelimuti udara Bengkalis. Jika sebelumnya akibat karhutla di Bengkalis, kabut asap bergerak ditiup angin ke kota Pekanbaru dan sekitarnya, saat ini kabut asap mulai menyelimuti udara diseluruh daerah di Kabupaten Bengkalis.
“Kabut asap tebal umumnya terjadi pada malam hari, dimana jarak pandang sangat terbatas. Namun sejak hari ini (kemarin,red) kabut asap yang mulai tebal menutupi udara Bengkalis,”ujar Jalal.
Udara Tak Sehat
Karhutla mulai berdampak kepada kabut asap tebal yang menyelimuti seluruh wilayah di Kabupaten Bengkalis. Bahkan di kecamatan Mandau, berdasarkan pantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) sudah mencapai angka 600, dengan artian kondisi udara sudah mulai tidak sehat untuk kesehatan. Sementara itu di pulau Bengkalis, Bukitbatu, Siak Kecil, ISPU diperkirakan juga sudah melebihi angka 500.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bengkalis Arman AA yang dihubungi kemarin membenarkan kalau kabut asap tebal mulai mempengaruhi kondisi kesehatan, karena saat ini kondisi udara sudah mulai dikategorikan kurang sehat. Ia tidak menyangkal kalau data ISPU di Mandau sudah mencapai 600, sedangkan untuk pulau Bengkalis alat pendeteklsi udara ISPU mengalami kerusakan.
“Untuk Mandau sudah terdeteksi, ISPU mencapai 600, jauh dari angka normal dibawah 200. Sedangkan untuk pulau Bengkalis belum diketahui berapa tingkat pencemaran udara akibat karhutla, karena alat pendeteksi udara mengalami kerusakan,”papar Arman.
Mantan Kadishubkominfo ini, ketika ditanya langkah perbaikan alat pendeteksi udara itu, menjelaskan kalau pihaknya sudah mengirim surat kemarin ke Pekanbaru untuk dilakukan perbaikan atau peminjaman alat pendeteksi udara. BLH Bengkalis berupaya secepat mungkin memperbaiki alat yang rusak tersebut.
“Berdasarkan kondisi udara yang terjadi, kita mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menggunakan masker. Khususnya anak-anak dan balita diingatkan kepada orang tua apabila keluar rumah memakai masker, karena kondisi udara mulai tidak sehat bisa menimbulkan berbagai macam penyakit,”imbau Arman.

Berita Lainnya
Pangdam I BB Instruksikan Prajurit di Lapangan Cepat Atasi Karlahut
Bupati Kunjungi Korban Rumah Terbakar, Amril Prihatin dan Berharap Korban Tetap Sabar
Amril : Layani Masyarakat Dengan Pola 3S
Bupati Amril Dapat Surprise dari Karyawan Chevron
Tulis Komentar