Selasa, 22 April 2014 - WIB - Dibaca : 696 Kali

Bupati Buka MTQ Pinggir, Herliyan: “Kades Jangan Keluarkan SKT”

Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh mengingatkan para kepala desa agar tidak menerbitkan surat keterangan tanah (SKT) di lahan yang tidak jelas. Apalagi pada lahan yang masih berstatus hutan.

[caption id="attachment_776" align="aligncenter" width="462"]Bupati Bengkalis H. Herliyan Saleh menekan tombol sirine tanda dimulainya MTQ Pinggir, didampingi Camat Pinggir Kasmarni, Ketua Panitia dan anggota DPRD Bengkalis Bupati Bengkalis H. Herliyan Saleh menekan tombol sirine tanda dimulainya MTQ Pinggir, didampingi Camat Pinggir Kasmarni, Ketua Panitia dan anggota DPRD Bengkalis[/caption]

Himbauan tersebut disampaikan Herliyan Saleh disela-sela menyampaikan sambutan pada acara MTQ Tingkat Kecamatan Pinggir, bertempat di Balai Raja, Minggu malam (20/4). “Teliti terlebih dahulu dan cek di lapangan, setiap ada pengurusan SKT dari warga. Jangan tergiur dengan iming-iming uang, jika tidak mau berurusan dengan aparat hukum,” pesan Herliyan.

Dikatakan, persoalan lahan akhir-akhir ini sudah begitu kompleks. Bukan hanya persoalan status lahan yang tidak jelas, melainkan juga mengarah kepada isu-isu lingkungan seperti kabut asap akibat dari membuka lahan dengan cara membakar.

Terkait dengan itu, dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis, khususnya Kecamatan Pinggir, untuk tidak melakukan pembakaran karena berdampak pada kerusakan lingkungan dan bisa menyeret ke jalur hukum.

Terlebih berdasarkan perkirakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sambung Herliyan, pada bulan Mei hingga September akana terjadi anomali cuaca kering di Propinsi Riau.

“Masalah kebakaran hutan dan lahan, terus saya ingatkan kepada masyarakat, karena kita tidak ingin musibah ini tersebut kembali terulang kembali. Dapat kita rasakan ketika kabut asap menyelimuti daerah kita, berbagai sektor kehidupan terganggu, seperti sektor pendidikan, kesehatan, sektor jalur, sehingga mengakibatkan kerugian bagi perekonomian,” papar Herliyan Saleh.

Diguyur Hujan

Sementara itu, pembukaan MTQ Kecamatan Pinggir di Balai Raja di lokasikan di lapangan sebelah SMA negeri 2 Kecamatan Pinggir diguyur hujan. Namun demikian tahapan demi tahapan berjalan lancar hingga selesainya acara pembukaan yang ditutup dengan atraksi Drum Band SMP Negeri 1 Pinggir.

Seperti biasa, dalam kesepatan itu Bupati mengingatkan tentang Alquran sebagai sumber ilmu kehidupan yang tidak habis-habisnya digali. Semua pihak, khususnya para orang tua hendaknya terus memotivasi anak-anak giat membaca, mempelajari dan mendalami Alquran. Sehingga akan dapat membentuk pribadi yang santun dan berakhlakul karima.

“Mari kita bangkitkan kembali tradisi Maghrib mengaji atau tradisi membaca Alquran. Jangan biasakan anak-anak kita mentonton televisi dan kegiatan lain pada waktu Maghrib,” ujar Herliyan


Berita Lainnya

Tulis Komentar