Rabu, 29 Juli 2026 - 15:16:04 WIB - Dibaca : 38 Kali

Perkuat Sinergi Cegah Karhutla, Pemkab Bengkalis Bentuk Satgas Posko Bersama Siaga Darurat Tahun 2026

Editor: Nurhadi - Rep: Yudi Hendra - Foto: Sumanto

BENGKALIS, PROKOPIM – Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus memperkuat langkah antisipasi terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pos Komando Bersama Operasi Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Karhutla Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkalis, Rabu (29/7/2026).

Rakor dipimpin Bupati Bengkalis yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Syahruddin, didampingi Kepala Pelaksana BPBD Bengkalis Salman Alfarizi, S.T., Kabag Ops Polres Bengkalis Kompol Imron Teheri, S.Sos., M.H., serta Bati Ops Kodim 0303/Bengkalis Sertu Herry Gautama.

Rapat diawali dengan pemaparan Kepala BPBD mengenai kesiapan pembentukan Satgas Pos Komando Bersama, mencakup struktur organisasi, pembagian tugas, pola koordinasi, hingga langkah strategis menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau 2026. Pembentukan ini merupakan tindak lanjut Keputusan Bupati Nomor 68/KPTS/II/2026 tanggal 2 Februari 2026 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla.

Satgas Pos Komando Bersama melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan/BKSDA, Dinas Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, serta instansi terkait lainnya guna memperkuat koordinasi dan mempercepat penanganan jika terjadi kebakaran.

Dalam arahannya, Syahruddin menegaskan bahwa pembentukan Satgas adalah wujud komitmen meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman yang berpotensi terjadi setiap tahun. Ia mengemukakan, penanggulangan karhutla tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi kuat dari seluruh pemangku kepentingan—mulai pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi vertikal, dunia usaha, hingga masyarakat.

"Pencegahan harus menjadi prioritas utama. Melalui rapat ini, kami berharap terbangun kesamaan persepsi, komitmen, serta koordinasi yang semakin solid. Dengan kerja sama yang baik, kita optimistis Bengkalis dapat terhindar dari bencana karhutla," ujarnya.

Syahruddin mengajak seluruh anggota Satgas meningkatkan kesiapsiagaan lewat patroli terpadu, deteksi dini, percepatan informasi, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi berkelanjutan agar potensi kebakaran dapat ditangani segera sebelum meluas.

"Keberhasilan pengendalian karhutla adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah berharap tahun 2026 ini tidak terjadi kebakaran yang merugikan lingkungan, kesehatan, maupun aktivitas masyarakat. Hal ini butuh komitmen bersama, kerja sama lintas sektor, dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan," tutupnya.

Turut hadir perwakilan Dinas PUPR Ricki, perwakilan Dinas Perumahan dan Permukiman Dewi Marlia, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Sri Hartati, perwakilan Dinas Pemadam Kebakaran Jhon A., perwakilan Satpol PP Kasi Mobilinmas M. Fauzi, perwakilan Kecamatan Bantan Jayusni, perwakilan Kecamatan Bengkalis Kasi Trantibum Suherman, perwakilan Dinas Perkebunan Indra, serta undangan dari berbagai instansi terkait lainnya.


Berita Lainnya

Tulis Komentar