Selasa, 15 September 2026 - 15:01:02 WIB - Dibaca : 27 Kali

TNI AL Hadir di Kampung Nelayan Bantan Timur, Bagus Santoso: Ini Bukti Negara Hadir Bersama Rakyat

Editor: Nurhadi - Rep: Sabariah - Foto: Beby Candra dan Doni Afzan

BANTAN TIMUR, PROKOPIM — Laut bukan sekadar sumber penghidupan bagi masyarakat pesisir. Di balik hamparan laut yang luas, ada kehidupan para nelayan yang terus bergerak, ada keluarga yang menggantungkan harapan, dan ada masyarakat maritim yang menjadi bagian penting dari denyut perekonomian bangsa.

Karena itu, kehadiran TNI Angkatan Laut di Kampung Nelayan Desa Bantan Timur, Selasa (15/9/2026), menjadi lebih dari sekadar kegiatan bhakti sosial. Di tengah masyarakat pesisir, TNI AL membawa pesan kuat tentang kepedulian dan kehadiran negara.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Bhakti Sosial TNI Angkatan Laut dalam rangka HUT ke-81 TNI AL, yang dihadiri langsung Wakil Bupati Bengkalis Dr. H. Bagus Santoso.

Kegiatan diisi dengan pelayanan kesehatan serta pembagian sembako kepada nelayan dan masyarakat maritim. Kehadiran layanan tersebut mendapat sambutan hangat masyarakat yang selama ini menjadikan kawasan pesisir sebagai ruang hidup sekaligus sumber penghidupan.

Bagus Santoso menyampaikan apresiasi kepada Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Dumai Kolonel Laut (P) Agung Nuggroho Kusumaji beserta jajaran yang telah memilih hadir langsung di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial tersebut.

Menurut Bagus, nilai utama kegiatan itu tidak semata-mata terletak pada jumlah paket sembako yang dibagikan maupun masyarakat yang mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Jangan kita ukur kegiatan ini hanya dari berapa paket sembako yang dibagikan atau berapa orang yang diperiksa kesehatannya. Di balik semua itu ada pesan yang lebih besar, yaitu negara hadir, TNI hadir, pemerintah hadir,” ujar Bagus.

Bagus menilai, kegiatan bhakti sosial seperti ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat.

Menurutnya, masyarakat pesisir memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah, terutama karena kehidupan mereka bersentuhan langsung dengan sektor kelautan, perikanan, perdagangan dan berbagai aktivitas ekonomi berbasis maritim.

Karena itu, perhatian kepada masyarakat pesisir harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga melalui peningkatan akses kesehatan, pemberdayaan ekonomi, penguatan lingkungan serta pengembangan potensi masyarakat.

Sementara itu, Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Agung Nuggroho Kusumaji menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis, khususnya Dinas Kesehatan, serta seluruh pihak yang mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa bhakti sosial dan pelayanan kesehatan merupakan bagian dari komitmen TNI AL untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya masyarakat pesisir dan maritim.

“Masyarakat pesisir memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan bangsa. Para nelayan dan masyarakat maritim tidak hanya menggantungkan kehidupan dari laut, tetapi juga menjadi bagian penting dari denyut nadi perekonomian serta penjaga ruang laut Indonesia,” ujarnya.

Menurut Agung, sinergi antara TNI AL dan pemerintah daerah harus terus diperkuat agar berbagai persoalan masyarakat pesisir dapat ditangani secara bersama-sama.

“Dari laut, kami mengabdi untuk masyarakat. Kami hadir bersama rakyat, TNI Angkatan Laut semakin kuat,” tegasnya.

Di balik kegiatan sosial tersebut, Desa Bantan Timur juga menyimpan potensi ekonomi masyarakat yang cukup besar.

Kepala Desa Bantan Timur Sani mengungkapkan, sekitar 45 persen penduduk desa tersebut merupakan masyarakat Suku Akit. Mereka tidak hanya mempertahankan aktivitas ekonomi tradisional, tetapi mulai mengembangkan berbagai usaha yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar lebih luas.

Salah satunya adalah pengolahan arang berbahan tempurung kelapa.

Menariknya, produk tersebut kini tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi telah menembus pasar Malaysia.

“Arang kelapa dari Desa Bantan Timur saat ini sudah mampu diekspor ke Malaysia dan tahun ini ditargetkan dapat menembus pasar China,” ungkap Sani.

Potensi tersebut dinilai menjadi peluang strategis untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru di desa.

Karena itu, perhatian terhadap masyarakat pesisir tidak cukup hanya berhenti pada bantuan sosial. Pemberdayaan ekonomi menjadi bagian penting agar masyarakat mampu tumbuh sebagai pelaku ekonomi yang mandiri dan berdaya saing.

Bhakti sosial TNI AL pun menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan, tetapi juga bersama-sama membangun ekosistem yang memungkinkan potensi lokal berkembang.

Menutup kegiatan, Agung mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga laut, lingkungan dan kesehatan, sekaligus memperkuat persatuan.

Menurutnya, laut merupakan ruang kehidupan yang harus dijaga bersama. Laut juga menjadi penghubung antara masyarakat, bukan sekadar batas geografis yang memisahkan satu wilayah dengan wilayah lainnya.

“Laut boleh memisahkan daratan, tetapi laut tidak boleh memisahkan persaudaraan,” pungkasnya.

Pesan itu menjadi penutup yang kuat dari kegiatan bhakti sosial tersebut: bahwa menjaga laut berarti menjaga kehidupan, memperhatikan masyarakat pesisir berarti memperkuat fondasi ekonomi bangsa, dan membangun bersama berarti memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan hingga ke kampung-kampung pesisir.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Cabang 4 Daerah Kodaeral I Gabungan Jalasenastri Koarmada RI Ny. Genia Agung Nuggroho Kusumaji; Palaksa Lanal Dumai Letkol Laut (P) Darmawan Wijaksono, S.E.; Pasintel Lanal Dumai Mayor Laut (E) Sudaryana Qodrio; Kasi Or Jalasenastri Lanal Dumai Ny. Yuliana Sudaryana Qodrio; Dandim 0303/Bengkalis yang diwakili Danramil 01/Bengkalis Kapten Arm Yogi Sudarso; Wakapolres Bengkalis Kompol Ridho Perasetia, S.I.K., M.I.K.; Danposal Pos Bengkalis Lettu Laut Irwan (PM) Nirwan Hastya; Kejari Bengkalis yang diwakili Kasubsi I Bidang Intelijen Zikri Yohanda Khairi, S.H., M.H.; Kepala Bea Cukai Bengkalis yang diwakili Bagas; Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bengkalis Drs. Johansyah Syafri; Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis Ed Efendi, S.H., M.H.; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis Agus Susanto, S.T., M.Si.; serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkalis dan sejumlah pejabat serta undangan lainnya.


Berita Lainnya

Tulis Komentar