Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:22:01 WIB - Dibaca : 23 Kali

Bupati Bengkalis Buka Dialog Kerukunan Antarumat Beragama, Perkuat Harmoni di Tengah Keberagaman

Editor: Indra - Rep: Sumanto - Foto: Sumanto
Teks foto: Foto bersama pada pembukaan Dialog Kerukunan Antarumat Beragama.

BENGKALIS, PROKOPIM — Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dialog Kerukunan Antarumat Beragama kembali menegaskan komitmen menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Komisi Kerukunan Umat Beragama dan Hubungan Luar Negeri Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis dibuka secara resmi oleh Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis, H. Hambali, mewakili Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni, pada Sabtu (22/8/2026), di Gedung Daerah Datuk Laksamana Raja Dilaut.

Dialog ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat toleransi, mempererat silaturahmi, dan memantapkan persatuan masyarakat di tengah keberagaman agama, suku, budaya, serta tradisi yang tumbuh dan hidup di Kabupaten Bengkalis.

Dalam sambutannya, H. Hambali menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada MUI Kabupaten Bengkalis yang senantiasa mengambil peran aktif membangun kehidupan keagamaan yang damai, sejuk, toleran, dan harmonis di tengah masyarakat.

“Kerukunan bukan sekadar keadaan tanpa konflik. Kerukunan adalah kemampuan untuk saling menghormati, saling memahami, dan bekerja bersama meskipun kita memiliki perbedaan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Kabupaten Bengkalis bukan alasan untuk terpecah belah, melainkan justru harus menjadi kekuatan bersama dalam mewujudkan daerah yang aman, damai, maju, dan sejahtera.

Karena itulah, dialog antarumat beragama dinilai memiliki arti yang sangat strategis sebagai ruang terbuka untuk saling mendengar, memahami, dan mencari titik temu terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Jangan sampai perbedaan pemahaman berubah menjadi prasangka, perbedaan pilihan menjadi permusuhan, dan perbedaan keyakinan menghilangkan rasa persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” tegasnya.

H. Hambali juga menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun daerah. Dukungan dari para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan dan menjadi mitra sejajar.

Menurutnya, ulama dan tokoh agama memiliki peran sentral sebagai penjaga moral, penyejuk umat, sekaligus perekat persatuan — terutama di tengah derasnya arus informasi dan dinamika media sosial yang rentan dimanfaatkan untuk menyebarkan ujaran kebencian, provokasi, maupun informasi yang belum tentu benar.

“Mari kita jadikan masjid, gereja, vihara, pura, dan rumah-rumah ibadah lainnya sebagai tempat menumbuhkan nilai-nilai kebaikan, kedamaian, dan kasih sayang. Mari kita ajarkan kepada generasi muda bahwa berbeda bukan berarti bermusuhan, dan toleransi bukan berarti mencampuradukkan keyakinan,” ajaknya.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis bersama Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat, lanjutnya, akan terus berkomitmen menjaga kondusivitas daerah serta memperkuat kolaborasi dalam membangun Bengkalis yang tidak hanya maju secara ekonomi dan pembangunan, tetapi juga kuat secara sosial, matang dalam kehidupan demokrasi, serta kokoh dalam nilai agama dan budaya.

“Jika kerukunan terjaga, pembangunan akan berjalan lebih kuat. Jika persatuan kokoh, Kabupaten Bengkalis akan semakin maju. Dan jika masyarakat hidup dalam kedamaian, kesejahteraan akan lebih mudah kita wujudkan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diajak menjadikan dialog bukan sekadar forum pertemuan rutin, melainkan ruang lahirnya gagasan, komitmen, dan langkah nyata dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama.

“Mari kita bangun komunikasi yang terbuka, perkuat silaturahmi, hilangkan prasangka, dan kedepankan semangat persaudaraan. Berbeda agama kita tetap bersatu, hidup rukun untuk Bengkalis Bermarwah,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Dandim 0303/Bengkalis yang diwakili Danramil 01/Bengkalis Kapten Arm. Yogi Sudarso, Kapolres Bengkalis yang diwakili Kasat Binmas Polres Bengkalis AKP Kasmandar Subekti, Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama MUI Kabupaten Bengkalis Ismail, Waka Bend Hj. Siti, Ketua MUI Kabupaten Bengkalis H. Amrizal, M.Ag., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis yang diwakili Dayu Tirta, Pimpinan Pondok Pesantren Madani Ustadz Sehendri, Ketua IKPTB Kabupaten Bengkalis Ichen, Ketua FKUB Kabupaten Bengkalis Ahmad Toha, para pengurus MUI, serta para undangan lainnya.


Berita Lainnya

Tulis Komentar