Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:17:19 WIB - Dibaca : 19 Kali
Wabup Bagus Santoso Buka Seminar Sastra Pesisir, Ajak Lestarikan Warisan Sastra Melayu Pesisir
Editor: Indra - Rep: Muhammad Iqbal - Foto: Muhammad Iqbal
BENGKALIS, PROKOPIM — Wakil Bupati Bengkalis Dr. H. Bagus Santoso mewakili Bupati Hj. Kasmarni secara resmi membuka Seminar Sastra Pesisir yang diselenggarakan oleh Rumah Kreatif Suku Seni Riau, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan bertema “Meneroka Sastra Pesisir” berlangsung di Gedung Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Datuk Laksemana Bengkalis, dan merupakan bagian dari rangkaian Festival Sastra Melayu Riau yang telah berjalan konsisten sejak tahun 2023, serta kini memasuki pelaksanaan yang keempat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bagus Santoso menyampaikan bahwa konsistensi pelaksanaan seminar ini merupakan bukti nyata kecintaan, kesetiaan, dan komitmen bersama untuk terus menggali, mempelajari, serta menghidupkan kembali kekayaan sastra pesisir yang tak akan pernah habis ditelusuri.
“Bengkalis, yang lahir dan tumbuh di tepian laut, adalah negeri pesisir sejati. Di sini, sastra bukan sekadar tulisan di atas kertas — ia mengalir bersama deburan ombak, diwariskan dari mulut ke mulut di beranda rumah, dan tumbuh bersama kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Pantun, syair, hikayat, cerita rakyat, dan berbagai ragam sastra pesisir lainnya, menurutnya, adalah cerminan jiwa para leluhur yang sarat dengan nilai-nilai luhur kemanusiaan, keadilan, serta kebersamaan. Oleh karena itu, tema “Meneroka Sastra Pesisir” menjadi momentum untuk kembali menyusuri kekayaan yang tersimpan dalam kata-kata, kisah-kisah, dan pemikiran leluhur kita.
“Meneroka berarti berani masuk, berani mendalami, dan berani membawa kekayaan itu ke hadapan masa kini agar dapat dinikmati, dipahami, dan dikembangkan oleh generasi penerus,” jelasnya.

Wakil Bupati juga memberikan apresiasi kepada para narasumber yang telah hadir dan berbagi ilmu serta perspektif dalam seminar tersebut. Kehadiran mereka diharapkan mampu membuka wawasan sekaligus menjadi kompas bagi upaya bersama dalam meneruskan penjelajahan kekayaan sastra pesisir di masa mendatang.
Kepada para sastrawan, penulis, pegiat budaya, dan seluruh pecinta sastra, beliau mengajak untuk terus berkarya serta menelusuri jejak warisan budaya daerah.

“Jangan biarkan kekayaan sastra pesisir ini hanya tersimpan dalam ingatan orang-orang tua. Angkatlah kembali, pelajarilah, tuliskanlah, dan sampaikanlah kepada anak cucu,” pesannya.
Lebih lanjut disampaikan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis senantiasa mendukung setiap langkah yang bertujuan melestarikan dan mengembangkan budaya serta sastra daerah. “Sastra adalah jiwa bangsa, dan bangsa yang mengenal akarnya adalah bangsa yang kokoh berdiri,” tegasnya.

Wakil Bupati berharap seminar ini dapat memperkaya wawasan dan memperdalam pemahaman para peserta, sekaligus melahirkan gagasan-gagasan baru agar sastra pesisir tetap lestari, tumbuh, dan menjadi kebanggaan bersama. “Di tangan kitalah masa depan sastra Melayu pesisir berada,” pungkasnya.
Turut hadir Plt. Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Badan Bahasa Hidayat Widiyanto, Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau Umi Kalsum, Dr. Jarir Amrun dari IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Musa Ismail, M.Ag., Ketua Rumah Kreatif Suku Seni Riau Marhalim Zaini, serta Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama IAIN Datuk Laksemana Bengkalis Dr. Haris Riadi dan peserta seminar.


Berita Lainnya
147 Mahasiswa STAI Hubbulwathan Duri Diwisuda, Bupati Bengkalis Dorong Lulusan Jadi Generasi Berilmu dan Berakhlak
Bupati Bengkalis Buka Dialog Kerukunan Antarumat Beragama, Perkuat Harmoni di Tengah Keberagaman
Bupati Bengkalis Tandatangani Naskah Hibah Barang Milik Daerah Kepada RRI
Perkuat Ketahanan Pangan & Perlindungan Sosial, Pemkab Bengkalis Luncurkan Penyaluran Bantuan Pangan
Tulis Komentar