Minggu, 23 Agustus 2026 - 3:18:44 WIB - Dibaca : 16 Kali
Festival Sastra Melayu Riau 2026 Ditutup, Semangat Lestarikan Budaya Terus Digelorakan
Editor: Nurhadi - Rep: Ibrahim - Foto: Ibrahim
BENGKALIS, PROKOPIM – Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan sastra dan budaya Melayu sebagai bagian penting dari jati diri masyarakat sekaligus kekayaan budaya daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Bengkalis Kasmarni melalui Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis, H. Hambali, saat menghadiri penutupan Festival Sastra Melayu Riau 2026, di Panggung Balai Suku, Desa Teluk Pambang, Sabtu (22/8/2026) malam.

Mengusung tema “Hikayat Sastra Pesisir”, festival yang diselenggarakan Suku Seni Riau tersebut menjadi ruang penting untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap khazanah sastra dan budaya Melayu, terutama di kalangan generasi muda.
Festival Sastra Melayu Riau tahun ini merupakan penyelenggaraan keempat sejak pertama kali digelar pada 2023. Konsistensi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa ruang apresiasi dan kreativitas bagi seniman, sastrawan, budayawan serta masyarakat terus tumbuh dan mendapat tempat di tengah kehidupan masyarakat.

Dalam sambutannya, H. Hambali atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia penyelenggara, para seniman, sastrawan, budayawan, peserta serta seluruh masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya festival tersebut.
Menurutnya, sastra bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, memperkuat identitas daerah serta menyampaikan nilai-nilai kehidupan kepada generasi penerus.

“Budaya Melayu jangan sampai hanya menjadi kenangan masa lalu. Kita harus terus menjaga, mengembangkan dan mewariskannya kepada generasi muda, sehingga tetap hidup dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis berkomitmen memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang mampu menghidupkan, mengembangkan dan memperkuat tradisi, sastra serta seni budaya Melayu.

Upaya tersebut, lanjutnya, sejalan dengan arah pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memberikan perhatian terhadap penguatan karakter, nilai-nilai budaya dan identitas masyarakat.
Karena itu, Hambali berharap Festival Sastra Melayu Riau dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan kegiatan yang semakin luas. Festival tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang apresiasi bagi seniman, sastrawan dan budayawan, tetapi juga menjadi sarana edukasi serta wadah menumbuhkan kreativitas generasi muda.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap lahir generasi yang tidak hanya maju secara intelektual, tetapi juga memahami akar budaya dan memiliki kebanggaan terhadap identitas Melayu,” harapnya.
Lebih lanjut, Hambali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat menjaga dan mengembangkan sastra serta budaya Melayu. Dengan demikian, warisan budaya yang menjadi bagian dari jati diri daerah tidak hanya terpelihara, tetapi juga mampu berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan nilai-nilai luhurnya.

“Pemerintah Kabupaten Bengkalis akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai upaya yang bertujuan menjaga eksistensi budaya Melayu, sehingga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tetap menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat,” tutupnya.
Penutupan Festival Sastra Melayu Riau 2026 turut dihadiri Plt. Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Kemendikdasmen Hidayat Widianto, Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau Umi Kulsum, Pj. Kepala Desa Teluk Pambang Sariyono beserta jajaran, Ketua BPD Teluk Pambang Rupiah beserta anggota, Ketua LAM Desa Teluk Pambang Iskandar, Ketua LPHD Indra Sukmana, para kepala dusun, ketua RW/RT, Karang Taruna serta masyarakat Desa Teluk Pambang.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi gambaran bahwa pelestarian sastra dan budaya Melayu bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun pelaku seni, tetapi merupakan gerakan bersama yang membutuhkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat.

Berita Lainnya
Bupati Kasmarni Buka Pasar Seni Slaksa 2026, Dorong Tradisi dan Kreativitas Jadi Penggerak Ekonomi Desa
Wabup Hadiri & Bertindak Sebagai IRUP Pernikahan Putra Pejabat Pemkab Bengkalis
Wabup Bagus Santoso Buka Seminar Sastra Pesisir, Ajak Lestarikan Warisan Sastra Melayu Pesisir
147 Mahasiswa STAI Hubbulwathan Duri Diwisuda, Bupati Bengkalis Dorong Lulusan Jadi Generasi Berilmu dan Berakhlak
Tulis Komentar