Kamis, 08 Oktober 2026 - 11:54:51 WIB - Dibaca : 118 Kali

Bupati Bengkalis Serahkan Bantuan Chest Freezer Kepada Lima Poklahsar

Editor: Nurhadi - Rep: Ibrahim - Foto: Muhammad Iqbal dan Zahirman Agus
Teks foto: Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni saat menyerahkan bantuan chest freezer kepada penerima manfaat.

BENGKALIS, PROKOPIM – Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir melalui dukungan sarana usaha. Kali ini, lima Kelompok Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (Poklahsar) menerima bantuan chest freezer yang diserahkan langsung oleh Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni, di Wisma Daerah Kabupaten Bengkalis, Kamis (8/10/2026).

Bantuan tersebut bersumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, yang diserahkan kepada Bupati Bengkalis untuk selanjutnya disalurkan kepada kelompok masyarakat penerima manfaat. Dukungan ini menjadi bentuk sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memperkuat usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, khususnya di wilayah pesisir Kabupaten Bengkalis.

Bantuan chest freezer ini bukan sekadar fasilitas penyimpanan, melainkan sarana strategis untuk menjaga kualitas dan memperpanjang daya simpan hasil perikanan, sekaligus mendukung peningkatan nilai ekonomi produk sebelum diolah dan dipasarkan.

Lima kelompok penerima bantuan tersebut masing-masing Poklahsar Harapan Bunda Desa Pambang Pesisir, Poklahsar Bestari Desa Prapat Tunggal, Poklahsar Kurnia Desa Teluk Pambang, Poklahsar Nurbarokah Desa Pambang Pesisir, dan Poklahsar Yakin Bersama Desa Prapat Tunggal.

Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis ingin memastikan potensi perikanan yang dimiliki masyarakat tidak berhenti pada aktivitas menangkap atau menghasilkan ikan semata, tetapi mampu berkembang menjadi kegiatan ekonomi produktif yang memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Bantuan ini merupakan bentuk dukungan nyata dalam memperkuat usaha kelompok pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Kami berharap fasilitas yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan usaha, menjaga kualitas produk, serta meningkatkan pendapatan anggota kelompok,” ujar Kasmarni.

Menurutnya, sektor kelautan dan perikanan memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat, terutama bagi warga yang menggantungkan hidup pada sumber daya perikanan di kawasan pesisir.

Karena itu, pengembangan sektor ini tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga harus menyentuh aspek penanganan pascapanen, pengolahan, penyimpanan, hingga pemasaran.

“Jangan sampai hasil perikanan yang melimpah justru kehilangan nilai ekonomi karena tidak ditangani dengan baik. Kita ingin hasil produksi masyarakat tetap terjaga kualitasnya, diolah secara optimal, memiliki nilai tambah, dan pada akhirnya mampu meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Kasmarni juga mengingatkan seluruh kelompok penerima agar menjaga dan memanfaatkan bantuan tersebut secara bertanggung jawab. Menurutnya, fasilitas yang diberikan pemerintah harus benar-benar digunakan untuk menunjang kegiatan usaha, bukan sekadar menjadi inventaris kelompok.

“Rawat dan manfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Jadikan fasilitas ini sebagai sarana untuk meningkatkan produktivitas, menjaga mutu hasil perikanan, dan mengembangkan usaha agar semakin maju, mandiri, serta memberikan manfaat bagi anggota kelompok dan masyarakat,” pesannya.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Perikanan akan terus mendorong pengembangan usaha masyarakat di sektor kelautan dan perikanan melalui program pemberdayaan, peningkatan kapasitas, serta penyediaan sarana pendukung sesuai kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan.

Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem usaha perikanan, mulai dari produksi, pengolahan, penyimpanan, hingga pemasaran. Dengan dukungan sarana yang memadai, Poklahsar diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan keberlangsungan usaha, tetapi juga berkembang menjadi pelaku ekonomi yang produktif, mandiri, dan berdaya saing.

Bantuan chest freezer ini pun menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai nilai hasil perikanan masyarakat. Sebab, keberhasilan pembangunan sektor perikanan tidak hanya diukur dari banyaknya hasil tangkapan atau produksi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga kualitas produk, meningkatkan nilai jual, memperluas pasar, dan memperoleh pendapatan yang lebih baik.

Melalui dukungan pemerintah pusat yang disalurkan melalui Pemerintah Kabupaten Bengkalis, diharapkan semakin banyak pelaku usaha perikanan yang memperoleh kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan kesejahteraannya.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk terus menghadirkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta mewujudkan Kabupaten Bengkalis yang Bermarwah, Maju dan Sejahtera, serta semakin Unggul di Indonesia.


Berita Lainnya

Tulis Komentar